Kalender September 2026 lengkap dengan weton menjadi referensi yang menarik bagi masyarakat yang masih menggunakan penanggalan Jawa.
Selain tanggal Masehi, kalender ini memuat hari, pasaran, weton, neptu, dan tanggal Jawa.
Informasi tersebut dapat membantu Anda mencatat ulang tahun, agenda keluarga, kegiatan adat, hingga perhitungan tradisional.
Namun, weton bukan sekadar nama hari dan pasaran yang digabungkan.
Dalam budaya Jawa, weton merupakan pertemuan siklus tujuh hari dan lima hari pasaran.
Siklus tersebut membentuk pola 35 hari yang terus berulang.
Penanggalan Jawa juga memiliki sistem yang kompleks dan menggabungkan berbagai siklus waktu.
Kajian tentang kalender Jawa menjelaskan adanya siklus saptawara, pancawara, wetonan, pawukon, windu, dan kurup.
Karena itu, kalender Jawa memiliki nilai budaya dan matematika yang menarik untuk dipelajari.
Kalender September 2026 Lengkap dengan Weton
Berikut daftar kalender September 2026 lengkap dengan weton yang dapat digunakan sebagai referensi.
| Tanggal | Hari | Pasaran | Weton | Neptu | Tanggal Jawa |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 September | Selasa | Legi | Selasa Legi | 8 | 18 Mulud 1960 |
| 2 September | Rabu | Pahing | Rabu Pahing | 16 | 19 Mulud 1960 |
| 3 September | Kamis | Pon | Kamis Pon | 15 | 20 Mulud 1960 |
| 4 September | Jumat | Wage | Jumat Wage | 10 | 21 Mulud 1960 |
| 5 September | Sabtu | Kliwon | Sabtu Kliwon | 17 | 22 Mulud 1960 |
| 6 September | Minggu | Legi | Minggu Legi | 10 | 23 Mulud 1960 |
| 7 September | Senin | Pahing | Senin Pahing | 13 | 24 Mulud 1960 |
| 8 September | Selasa | Pon | Selasa Pon | 10 | 25 Mulud 1960 |
| 9 September | Rabu | Wage | Rabu Wage | 11 | 26 Mulud 1960 |
| 10 September | Kamis | Kliwon | Kamis Kliwon | 16 | 27 Mulud 1960 |
| 11 September | Jumat | Legi | Jumat Legi | 11 | 28 Mulud 1960 |
| 12 September | Sabtu | Pahing | Sabtu Pahing | 18 | 29 Mulud 1960 |
| 13 September | Minggu | Pon | Minggu Pon | 12 | 30 Mulud 1960 |
| 14 September | Senin | Wage | Senin Wage | 8 | 1 Bakdamulud 1960 |
| 15 September | Selasa | Kliwon | Selasa Kliwon | 11 | 2 Bakdamulud 1960 |
| 16 September | Rabu | Legi | Rabu Legi | 12 | 3 Bakdamulud 1960 |
| 17 September | Kamis | Pahing | Kamis Pahing | 17 | 4 Bakdamulud 1960 |
| 18 September | Jumat | Pon | Jumat Pon | 13 | 5 Bakdamulud 1960 |
| 19 September | Sabtu | Wage | Sabtu Wage | 13 | 6 Bakdamulud 1960 |
| 20 September | Minggu | Kliwon | Minggu Kliwon | 13 | 7 Bakdamulud 1960 |
| 21 September | Senin | Legi | Senin Legi | 9 | 8 Bakdamulud 1960 |
| 22 September | Selasa | Pahing | Selasa Pahing | 12 | 9 Bakdamulud 1960 |
| 23 September | Rabu | Pon | Rabu Pon | 14 | 10 Bakdamulud 1960 |
| 24 September | Kamis | Wage | Kamis Wage | 12 | 11 Bakdamulud 1960 |
| 25 September | Jumat | Kliwon | Jumat Kliwon | 14 | 12 Bakdamulud 1960 |
| 26 September | Sabtu | Legi | Sabtu Legi | 14 | 13 Bakdamulud 1960 |
| 27 September | Minggu | Pahing | Minggu Pahing | 14 | 14 Bakdamulud 1960 |
| 28 September | Senin | Pon | Senin Pon | 11 | 15 Bakdamulud 1960 |
| 29 September | Selasa | Wage | Selasa Wage | 7 | 16 Bakdamulud 1960 |
| 30 September | Rabu | Kliwon | Rabu Kliwon | 15 | 17 Bakdamulud 1960 |
Daftar tersebut menunjukkan pola pasaran yang berulang setiap lima hari.
Data kalender September 2026 juga sesuai dengan referensi kalender Jawa yang memuat weton dan tanggal Jawa.
Sumber lain mencatat rentang September 2026 dari Mulud menuju Bakdamulud tahun Jawa 1960.
Apa Itu Weton dalam Kalender Jawa?
Weton merupakan gabungan antara hari dalam siklus mingguan dan hari pasaran Jawa.
Tujuh hari tersebut terdiri atas Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Sementara itu, lima pasaran terdiri atas Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Ketika kedua siklus bertemu, muncul kombinasi seperti Selasa Legi atau Jumat Kliwon.
Setiap kombinasi tersebut berulang dalam siklus 35 hari.
Karena itu, orang yang lahir pada hari tertentu akan memiliki weton tertentu.
Weton kemudian menjadi bagian dari tradisi dan pengetahuan budaya Jawa.
Mengenal Pasaran Jawa pada September 2026
Pasaran menjadi bagian penting dalam membaca kalender September 2026 lengkap dengan weton.
Lima pasaran Jawa terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Urutannya terus berulang tanpa mengikuti pergantian bulan Masehi.
Misalnya, 1 September 2026 jatuh pada Selasa Legi.
Kemudian 2 September bergeser menjadi Rabu Pahing.
Pola tersebut berlanjut hingga 5 September yang jatuh pada Sabtu Kliwon.
Setelah itu, 6 September kembali menggunakan pasaran Legi.
Pola lima pasaran tersebut membuat kalender Jawa memiliki karakter yang berbeda dari kalender Masehi.
Urutan Pasaran September 2026
Secara berurutan, pasaran pada awal September adalah sebagai berikut.
1 September adalah Legi.
2 September adalah Pahing.
3 September adalah Pon.
4 September adalah Wage.
5 September adalah Kliwon.
6 September kembali Legi.
Pola yang sama terus berjalan hingga akhir bulan.
Dengan demikian, Anda dapat memperkirakan pasaran tanggal berikutnya setelah mengetahui tanggal sebelumnya.
Cara Menghitung Neptu Weton
Selain weton, kalender Jawa mengenal istilah neptu.
Neptu merupakan nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran tertentu.
Nilai hari terdiri dari beberapa angka yang berbeda.
Minggu bernilai 5.
Senin bernilai 4.
Selasa bernilai 3.
Rabu bernilai 7.
Kamis bernilai 8.
Jumat bernilai 6.
Sabtu bernilai 9.
Sementara itu, nilai pasaran juga memiliki angka tersendiri.
Legi bernilai 5.
Pahing bernilai 9.
Pon bernilai 7.
Wage bernilai 4.
Kliwon bernilai 8.
Untuk memperoleh neptu weton, nilai hari dan pasaran dijumlahkan.
Contohnya, Selasa Legi memiliki nilai 3 ditambah 5.
Hasilnya adalah 8.
Karena itu, 1 September 2026 memiliki neptu 8.
Contoh lain adalah Sabtu Pahing.
Nilai Sabtu adalah 9, sedangkan Pahing bernilai 9.
Jadi, neptunya mencapai 18.
Tanggal 12 September 2026 memang tercatat sebagai Sabtu Pahing dengan neptu 18.
Tanggal Jawa pada September 2026
Kalender September 2026 lengkap dengan weton juga dapat digunakan untuk melihat tanggal Jawa.
Pada awal bulan, September 2026 masih berada pada bulan Mulud 1960.
Tanggal Jawa kemudian berganti memasuki Bakdamulud.
Peralihan tersebut terjadi pada pertengahan September.
Tanggal 13 September masih tercatat sebagai 30 Mulud 1960.
Selanjutnya, 14 September menjadi 1 Bakdamulud 1960.
Jadi, bulan Masehi dan bulan Jawa tidak memiliki batas yang sama.
Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa kalender Jawa terlihat berbeda.
Referensi kalender Jawa mencatat September 2026 mencakup Mulud dan Bakdamulud tahun 1960.
Mengapa Kalender Jawa Menggunakan Weton?
Kalender Jawa memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menunjukkan tanggal.
Dalam masyarakat Jawa, sistem ini menjadi bagian dari tradisi dan identitas budaya.
Weton dapat digunakan untuk mengetahui hari kelahiran seseorang.
Selain itu, sebagian masyarakat menggunakannya ketika membahas tradisi keluarga.
Dalam beberapa lingkungan, perhitungan weton juga berkaitan dengan acara pernikahan.
Ada pula yang menggunakannya untuk menentukan waktu kegiatan tertentu.
Namun, penggunaan tersebut termasuk ranah tradisi dan kepercayaan.
Karena itu, hasil perhitungan weton sebaiknya dipahami sebagai bagian dari budaya.
Jangan menjadikan perhitungan tradisional sebagai pengganti pertimbangan nyata dalam mengambil keputusan penting.
Kalender September 2026 untuk Mengetahui Weton Kelahiran
Kalender September 2026 lengkap dengan weton dapat membantu Anda mencari weton kelahiran.
Caranya cukup sederhana jika tanggal lahir sudah diketahui.
Pertama, tentukan tanggal lahir dalam kalender Masehi.
Kemudian, cocokkan tanggal tersebut dengan hari dan pasarannya.
Setelah itu, gabungkan nama hari dan pasaran.
Misalnya, seseorang lahir pada 25 September 2026.
Tanggal tersebut jatuh pada Jumat Kliwon.
Dengan demikian, wetonnya adalah Jumat Kliwon.
Neptunya adalah 6 ditambah 8, sehingga hasilnya 14.
Data tersebut dapat dicatat untuk keperluan dokumentasi keluarga.
Kalender September 2026 dan Tradisi Masyarakat Jawa
Kalender Jawa masih memiliki tempat dalam berbagai kegiatan budaya.
Di sejumlah daerah, masyarakat menggunakan penanggalan Jawa untuk menjaga tradisi.
Penggunaannya dapat muncul dalam acara keluarga maupun kegiatan adat.
Namun, praktik setiap keluarga dan daerah tidak selalu sama.
Karena itu, tidak tepat menganggap semua masyarakat Jawa menggunakan weton dengan cara yang seragam.
Perbedaan tersebut justru menunjukkan kekayaan tradisi lokal.
Kalender Jawa juga menarik untuk dipelajari dari sisi sejarah dan matematika.
Sebuah kajian akademik menyebut kalender Jawa sebagai sistem yang menggabungkan unsur kalender Saka, Islam, dan Gregorian.
Kajian tersebut juga membahas siklus lima hari pasaran dan 35 hari wetonan.
Apakah September 2026 Memiliki Libur Nasional?
Untuk perencanaan kegiatan, kalender September 2026 juga perlu dibandingkan dengan kalender resmi pemerintah.
Berdasarkan SKB tiga menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2026, tidak ada libur nasional yang tercantum pada September.
Daftar resmi tersebut menetapkan 17 hari libur nasional dan delapan hari cuti bersama sepanjang 2026.
Hari libur nasional terdekat sebelum September adalah 25 Agustus.
Tanggal tersebut merupakan Maulid Nabi Muhammad saw.
Setelah itu, libur nasional berikutnya berada pada 25 Desember.
Dengan demikian, September 2026 tidak memiliki hari libur nasional berdasarkan daftar SKB tersebut.
Daftar Weton yang Menarik pada September 2026
Beberapa kombinasi weton muncul beberapa kali selama September.
Selasa Legi muncul pada 1 September.
Sabtu Kliwon muncul pada 5 September.
Jumat Kliwon muncul pada 25 September.
Rabu Kliwon menutup rangkaian September pada 30 September.
Sementara itu, neptu tertinggi dalam tabel bulan ini adalah 18.
Nilai tersebut muncul pada Sabtu Pahing tanggal 12 September.
Sebaliknya, neptu terendah adalah 7.
Nilai tersebut muncul pada Selasa Wage tanggal 29 September.
Data tersebut berasal dari penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran.
Cara Membaca Kalender September 2026 Lengkap dengan Weton
Agar tidak keliru, baca kalender secara berurutan.
Mulailah dari tanggal Masehi yang ingin Anda cari.
Kemudian lihat nama hari pada kolom berikutnya.
Setelah itu, perhatikan pasaran yang berada pada tanggal tersebut.
Gabungan keduanya merupakan weton.
Terakhir, Anda dapat melihat neptu sebagai nilai numeriknya.
Jika membutuhkan tanggal Jawa, gunakan kolom tanggal Jawa sebagai acuan.
Cara sederhana ini membuat kalender lebih mudah dipahami.
Perbedaan Kalender Masehi dan Kalender Jawa
Kalender Masehi menggunakan sistem yang berbeda dengan kalender Jawa.
Kalender Masehi mengikuti sistem Gregorian.
Sementara itu, kalender Jawa memiliki sejarah dan struktur yang menggabungkan sejumlah unsur penanggalan.
Perbedaan tersebut terlihat jelas ketika melihat nama bulan.
September adalah nama bulan dalam kalender Masehi.
Dalam penanggalan Jawa, September 2026 melintasi Mulud dan Bakdamulud.
Selain itu, kalender Jawa mempunyai siklus pasaran yang tidak ditemukan dalam kalender Masehi.
Karena itu, satu tanggal dapat memiliki informasi yang lebih banyak dalam kalender Jawa.
Manfaat Kalender September 2026 Lengkap dengan Weton
Pertama, kalender ini membantu mendokumentasikan tanggal kelahiran.
Kedua, kalender ini memudahkan pencatatan weton anggota keluarga.
Ketiga, kalender dapat membantu memahami penanggalan Jawa.
Selain itu, kalender berguna untuk pembelajaran budaya di sekolah.
Orang tua juga dapat mengenalkan nama pasaran kepada anak melalui kalender.
Bagi peneliti budaya, data seperti ini dapat menjadi referensi awal.
Namun, untuk kebutuhan resmi, gunakan kalender dan dokumen yang dikeluarkan lembaga berwenang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Weton
Weton memiliki nilai budaya yang penting bagi sebagian masyarakat.
Namun, interpretasi weton dapat berbeda antara tradisi, daerah, dan sumber.
Karena itu, jangan langsung menganggap satu tafsir sebagai kebenaran universal.
Terutama ketika membahas karakter seseorang berdasarkan weton.
Karakter manusia terbentuk oleh banyak faktor.
Pendidikan, lingkungan, pengalaman, dan pilihan pribadi ikut memengaruhi perilaku seseorang.
Jadi, weton lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi dan budaya.
Pendekatan tersebut membuat pembahasan kalender Jawa tetap informatif sekaligus menghargai keragaman masyarakat.
Ringkasan Kalender September 2026 Lengkap dengan Weton
Kalender September 2026 lengkap dengan weton mencakup 30 tanggal Masehi.
Setiap tanggal memiliki kombinasi hari dan pasaran tertentu.
Tanggal 1 September 2026 adalah Selasa Legi.
Sementara itu, 30 September 2026 adalah Rabu Kliwon.
Bulan Jawa pada September berganti dari Mulud menuju Bakdamulud.
Pergantian tersebut berlangsung pada 14 September 2026.
Neptu setiap weton diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasarannya.
Data ini dapat digunakan untuk memahami penanggalan Jawa secara lebih praktis.
Pada saat yang sama, kalender resmi pemerintah menunjukkan tidak ada libur nasional pada September 2026.
Dengan memahami perbedaan fungsi tersebut, Anda dapat menggunakan kalender Masehi dan kalender Jawa sesuai kebutuhan.
FAQ Kalender September 2026 Lengkap dengan Weton
1. 1 September 2026 wetonnya apa?
1 September 2026 jatuh pada Selasa Legi.
Neptu Selasa Legi adalah 8.
Tanggal Jawanya adalah 18 Mulud 1960.
2. Kapan September 2026 masuk Bakdamulud?
September 2026 memasuki 1 Bakdamulud pada 14 September.
Tanggal tersebut jatuh pada Senin Wage.
3. Apa weton 17 September 2026?
17 September 2026 jatuh pada Kamis Pahing.
Neptunya adalah 17.
Tanggal Jawanya adalah 4 Bakdamulud 1960.
4. Apa weton 25 September 2026?
25 September 2026 jatuh pada Jumat Kliwon.
Neptu Jumat Kliwon adalah 14.
Tanggal Jawanya adalah 12 Bakdamulud 1960.
5. Apa weton 30 September 2026?
30 September 2026 jatuh pada Rabu Kliwon.
Neptunya adalah 15.
Tanggal Jawanya adalah 17 Bakdamulud 1960.
6. Apakah September 2026 memiliki libur nasional?
Tidak ada libur nasional pada September 2026 dalam daftar SKB pemerintah.
Libur nasional sebelum September adalah 25 Agustus.
Libur nasional berikutnya adalah 25 Desember.
Kesimpulan
Kalender September 2026 lengkap dengan weton memberikan informasi lebih dari sekadar tanggal.
Di dalamnya terdapat hari, pasaran, weton, neptu, dan tanggal Jawa.
Data tersebut membantu siapa saja yang ingin mempelajari sistem penanggalan Jawa.
Selain itu, kalender ini dapat menjadi referensi untuk dokumentasi tradisi keluarga.
Namun, interpretasi weton tetap perlu ditempatkan dalam konteks budaya.
Jangan menggunakannya sebagai satu-satunya dasar untuk keputusan penting.
Dengan begitu, kalender Jawa dapat dipelajari secara kritis tanpa kehilangan nilai budayanya.
September 2026 juga memperlihatkan bagaimana kalender Masehi dan Jawa dapat digunakan berdampingan.
Keduanya memiliki fungsi dan sistem yang berbeda.
Karena itu, memahami keduanya akan membuat pencatatan tanggal menjadi lebih lengkap dan teratur.
